Friday, May 19, 2017

I N F O G R A F I S

Ketika kebutuhan akan "Visualisasi Data" merupakan salah satu kewajiban statistisi untuk menyampaikannya pada setiap elemen masyarakat, baik pihak awam maupun tokoh yang sudah teredukasi. Suatu tugas besar menyampaikan makna dari deretan angka yang dihasilkan, menginterpretasikannya secara tepat dan mudah dipahami.

Hari ini saya mengikuti Kajian dari FORKAS STIS mengenai Infografis, tema yang selalu kekinian selama saya menempuh masa pendidikan. Pentingnya mengkaji cara mengolah data menjadi ilustrasi yang menarik, bukan sekedar sajian tabel atau grafik semata. Perpaduan antara teknik desain juga kemampuan analisis yang baik. Saya sebut kolaborasi "ketika data berbicara"

Sedikit saya akan membahas, materi yang disampaikan oleh pembicara dari Pak Oki (BPS)

-----

Jenis Infografis >> Artikel Visual, Flowchart, Hierarchy, Ilustrasi, Linimasa, Perbandingan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait konten, yaitu:

  • Skema Warna
terdapat beberapa pilihan perpaduan/ komposisi warna (template), seperti: analog, monokromatik (gradasi senada), triadik (pola segitiga), komplementer (kontras), dan penggabungan (kombinasi)

untuk rujukan dapat diakses di color.adobe.com (Catatan: 5 warna untuk branding Infografis)

  • Tipografi
biasanya juga akan dilihat masalah jenis huruf yang digunakan, ukuran, keselarasan dan pilihan warna yang akan mempengaruhi kenyamanan pembaca (biasanya lebih baik menggunakan huruf tidak terkait/ Sans Serrif)

  • Layout
dalam pengaturan tata letak, dipertimbangkan unsur:
~ balancing (keseimbangan) : simetris / asimetris
~ movement (alur baca)
~ emphasis (penekanan) : terdapat gambar utama (menonjol)
~ unity (kesatuan)  

-----

Sebenarnya saya hanya efektif mendapat materi selama 30 menit karena di waktu yang sama diadakan Gathering Komnet di Gd. 3 bersama adik-adik tingkat yang penuh semangat membara.

"Apa yang kau lewatkan?"

Saya akui selama empat tahun masa kuliah, tak banyak hal yang saya lakukan untuk menggali ilmu lebih dalam untuk menunjang kebutuhan pekerjaan saya nantinya, justru banyak meluangkan waktu untuk ketertarikan dan hobi saya sendiri. Ego saya terlalu besar untuk mematahkan rasa minder saya ketika belajar disini dan tak kunjung memperoleh pencapaian akademik yang baik.

Ah, maafkan saya. Tapi tak ada kata terlambat bukan?
Saya tahu perjuangan di tingkat akhir ini tidak akan sederhana dan merupakan buah hasil dari perjuangan beberapa tahun ke belakang. Jadi, selamat berjuang kawan semua! #SemangatWisuda2017

0 comments:

Post a Comment