Monday, November 27, 2017

Betapa Rindu

Lama tak menyapa. Aku takut tulisanku kerap tak bermakna, hingga sejenak memutuskan berhenti menorehkan kata. Namun kemudian, rindu itu datang begitu kuat dan nyata. 

They said it's about QuarterLifeCrisis..
Rasa ketidakpercayaan diri atas kemampuan yang dimiliki merupakan stagnansi yang mengganggu pola pikir dan kinerja beberapa waktu kebelakang. Teramat bersyukur, bisa melewati fase sulit itu dengan dukungan pihak yang banyak peduli, membantu menghilangkan sisi "minder" untuk menyandang gelar sarjana terapan tepat pada waktunya.

Ah, betapa beruntungnya saya berada sampai titik ini. Walau sejujurnya rasa rapuh itu seringkali muncul ke permukaan kembali. Setidaknya perlu yakin dapat melaluinya dengan baik untuk kesekian kalinya. Semua akan indah pada waktunya, bukan?

Mulai memasuki masa perdana mengenal dunia kerja, semakin menyadarkan diri akan pentingnya pengelolaan waktu. Jangan pernah menyalahkan kesibukan rutinitas, itu artinya kamu yang belum bisa menata kehidupanmu dengan baik. Membagi porsi untuk pekerjaan dan untuk diri sendiri, mana waktu untuk beribadah, istirahat, berbakti pada orangtua, dan pengembangan diri.

Menulis bagi saya bukan sekedar sebuah aktualisasi diri, namun merupakan bentuk ekspresi menuangkan semua yang berkecamuk dalam pikiran untuk sebuah dokumentasi pribadi. Belum sampai pada level untuk banyak bermanfaat bagi orang lain mungkin, tapi saya perlu bermimpi untuk mewujudkannya suatu saat nanti. Aamin :")

Untuk postingan selanjutnya mungkin akan dibahas tentang perjalanan yang belum lama ini dilalui, sepekan yang amat berharga, pengalaman mengunjungi Baitullah <3 p="">

Friday, August 4, 2017

"merapikan" kehidupan

"jangan sampai feeds sosial mediamu rapi, tapi nyatanya tidak dengan hidupmu.."

Bagi saya fase ini masih sulit untuk menyeimbangkan ke posisi yang ideal. Saya ini tipikal anak yang banyak maunya, ini itu diikuti tanpa pertimbangan yang panjang (dalam tolak ukur saya yang subjektif). Beberapa orang terkadang menanyakan apa saya tidak merasa lelah? Tapi kemudian saya sadar, masih jauh tidak ada apa-apanya dibanding teman lain yang bisa mengatur waktunya dengan baik.

Orang yang beruntung adalah yang dapat menyelaraskan kebutuhan pribadinya dan menyebarkan kebermanfaatan. Nyatanya ketika kita mempermudah urusan orang lain, tentunya langkah dalam kehidupan kita pun akan lebih di'ringankan' oleh-Nya.

Semoga kita semua selalu diberikan kemudahan dalam meningkatkan "kualitas diri" dan menjemput jalan kebahagiaan dengan menjadi orang yang bermakna. Terus bekerja keras, berpikir cerdas, dan menikmati setiap kesempatan yang hadir dalam kehidupan ini. Saya tidak mengizinkan diri ini kembali ada di titik rendah yang meratapi atas takdir yang telah berlalu, karena semua berjalan atas skenario terbaik yang perlu direnungi untuk refleksi diri ke depannya. Walau terkadang di suatu sisi saya masih terlempar dalam pemikiran untuk menyalahkan diri, setidaknya saya perlu memaafkan diri atas kesalahan keputusan dan megambil tanggung jawab atasnya.

Hidup ini begitu berharga untuk kita lewatkan dengan kesedihan, bukan?

Sunday, July 30, 2017

Giveaway Digicoop

Dalam rangka HUT RI Ke-72, diselenggarakan kontes giveaway untuk anggota KDIM selama periode 24 Juli-17 Agustus. Yak, ditengah persiapan seminar skripsi bolehlah saya sedikit membahas dipostingan kali ini sekalian endorse. Hehe


Foto Koperasi Digital Indonesia Mandiri.

Jadi berawal dari pencarian handphone 4G buatan lokal, saya menemukan artikel2 terkait pengembangan Digicoop yang dirilis perdana Januari 2017 lalu. Jadi, Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) bekerjasama dengan APJII dan MASTEL mengembangkan device dan aplikasi khususnya juga satelit lokal.

Penasaran dengan Spesfikasi Handphone Digicoop generasi pertama? Cekidot!
- Layar 4.7" 
- Quadcore 1,5Ghz
- Android 6.0 Marshmallow
- Dual SIM (support 4G LTE)
- Kamera 5MP (belakang) 2 MP (depan)
- RAM 1GB, memory internal 8GB
- Baterai 1800mAH

Pada layar akan terdapat split screen untuk digital advertising, layanan ini msh dalam proses pengembangan, hingga nantinya kita bisa mendapatkan SHU dari pendapatan iklan ini. Smartphone sudah support OTG (memudahkan proses pertukaran data via flashdisk dual). Kamu juga otomatis mendapatkan layanan CoopMail dan CoopCloud (kapasitas 15GB) secara gratis ;)

Terus, gimana cara daftar dan mendapatkan fasilitas member KDIM?

Jadi buat yang tertarik bergabung, bisa klik referral code (untuk registrasi): https://reg.digicoop.id/rakhmarini

Gambaran dana yang perlu dibayarkan, terdapat 2 Jenis Simpanan KDIM
- Simpanan Pokok (dibayarkan sekali diawal menjadi anggota sebesar 100k)
- Simpanan Wajib (besarnya 1,2 jt dalam setahun dibayarkan dimuka)

Anw, device ini adalah perangkat keanggotaan ya, jadi nilai simpanan kita tetap dalam koperasi yang bisa dicairkan kembali dengan syarat min. 1 bulan keanggotaan dan pengembalian perangkat dalam kondisi baik. Ataupun jika setelah setahun berjalan, kita tidak membayarkan kembali simpanan wajib, perangkat bisa tetap digunakan namun hak keanggotaan akan ditangguhkan seperti pembagian SHU dan pembaharuan perangkat dalam dua tahun sekali. 

Note. biaya pengiriman ditanggung anggota ya, fyi untuk pengiriman Jakarta dengan JNE sebesar 50k prosesnya kurang lebih seminggu setelah pelunasan.


Dalam Digicoop terdapat tim teknisi (SIM care) yang dan juga marketing yang siap mendukung pengembangan perangkat ini, jadi Anda perlu bersabar saat menghadapi beberapa kendala/bugs karena firmware baru akan terus di-update. Sejauh ini saya merasa cukup puas dengan tim yang responsif.

Kalau masih ada pertanyaan bisa buka Link FAQ: https://koperasidigital.id/faq/ kontak Official Account Digicoop ataupun komen di postingan ini yaa.. Feels free to ask!

#GiveawayDigicoop 
#Ayojadimemberdigicoop 
#DigicoopUntukIndonesia 
#SayaDigicoopSayaIndonesia

Friday, July 28, 2017

standar hidup

Seiring berjalannya waktu, pola pikir kita berubah pun juga dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Yang tadinya terbiasa mendapatkan apa-apa dari orang tua, kemudian mulai mengetahui betapa sulitnya untuk memperoleh uang sendiri. 

Sebagai upaya untuk menemukan kembali jiwa tulisan, saya juga memperbaharui list tumblr/ web yang saya ikuti. Pengalihan kesuntukan mahasiswa tingkat akhir (harap jangan diikuti ya)..

Sedikit dikaitkan dengan postingan yang menyentil, bisa dilihat di satriamaulana.tumblr.com/post/161795584116/tawar  (bisa dijadikan  bahan renungan, kenapa rela membayar 'mahal' untuk kebanggaan, sedangkan begitu 'pelit' membagikan kebahagiaan yang kita punya)  

Disitu saya sadar selama ini banyak mental dan kebiasaan yang salah. Kita semua tentunya berharap untuk memajukan kesejahteraan bangsa ini, tapi pilihan dan cara kita kurang tepat. Idealisme itu sering dipandang mahal harganya, tapi tentu itu adalah sebuah pilihan. Ini tentunya juga self-reminder untuk diri saya sendiri.

Saya tentunya masih belajar memilah antara mana yg perlu dan tidak, titik mana yang dijadikan prioritas untuk memahami "ilmu"nya dan kabar mana yang cukup tahu saja. Kadang saya perlu berterimakasih dengan jiwa sarkasme sejak kecil, yang dulu membuat diri saya introvert (walau kini saya merasa berubah banyak masalah pola bergaul)

Intinya, banyak-banyak bersyukur bagaimanapun kondisi saat ini. Tuhan punya rencana terbaik untuk setiap makhluk-Nya, mungkin dengan cara berbeda dari apa yang kita inginkan, mungkin dengan banyak alur kejutan, mungkin dengan kesempatan yang tidak terduga sebelumnya.

Jadi bagaimana pandanganmu, sendiri?
Saya menulis apapun yang bisa membuat nyaman menjadi diri sendiri, agar tak sekedar sibuk membandingkan kondisi diri dengan orang lain... Saya bersyukur menjalani kesempatan yang tidak semua orang dapatkan untuk menikmati indahnya "merasa cukup"

Yap, sudah saatnya kita memutuskan lifestyle seperti apa yang ingin dipertahankan: pola hidup sehat dan mendukung perekonomian inklusif (atau) kebiasaan konsumerisme dan mudah terprovokasi mode kekinian? Let's made a decision from now on :)

Tuesday, July 25, 2017

frekuensi yang berbeda

Saya akui saya dulu sempat salah pemahaman. Bahwa tujuan yang membahagiakan adalah menjadi orang yang 'berpengaruh'. Walau saya bukan tipikal orang yang ambius (bahkan cenderung terlalu santai) tapi saya memilih sesuatu atas dasar apa yang bisa dibanggakan.

Kini makna itu menjadi sedikit tanda tanya dalam benak saya, jika tidak ada orang kecil takkan ada orang besar, bukan? Kalau setiap orang berlomba-lomba menjadi orang yang berkecukupan, sebenarnya apa yang mereka cari di dunia selain kebahagiaan yang semu saja? Lalu "seimbang" menurut saya ada sekarang adalah kunci sederhana yang membuat diri saya lega untuk berpegang teguh. 

Saya tidak ingin menyesali atas apa yang telah terjadi, agar tak ada lagi beban dalam pikiran ini. Juga belajar jika segala urusan akan lebih tertata saat kita memahami 'tujuan hidup' yang sebenarnya. Bahwa saya tidak cukup pintar untuk berbuat lebih banyak, tapi ada hal-hal kecil yang bisa membuat diri saya setidaknya bahagia menjadi diri sendiri. 

Kata orang umur 20-an memang fase untuk memahami jati diri dan juga menentukan orientasi hidup. Saya cukup setuju setelah mengalami krisis kepercayaan diri setahun terakhir. Jalan hidup yang sekarang akan saya jalani ke depannya mungkin bukan apa yang pernah saya bayangkan sebelumnya, tapi saya merasa cukup siap untuk mengahadapinya dengan kepala yang tegak tanpa keluhan ini itu lagi seperti sebelumnya. Biarlah cukup kita pahami 'bentuk pengabdian' kita masing-masing.

Saat ini dunia sering kali bergejolak dengan isu-isu yang sensitif, dengan itu saya belajar untuk mendengar lebih banyak terlebih dahulu dan menyerap ilmu, hingga suatu saat nanti saya berani bersuara lebih keras dan lantang dari sebelumnya, menunjukkan betapa pedulinya saya terhadap agama dan negara saya tercinta :)

Cheers, 
tulisan dari aku yang menemukan kebangkitan semangat

Wednesday, July 19, 2017

financial technology

Investasi? Bukan kata-kata yang asing buat kita. Tahun ini semakin berkembang start-up yang memfasilitasi seputar keuangan di Indonesia. Apalagi saat matakuliah perekonomian Indonesia, dosen juga kerapkali menyebut tentang trading saham dan forex (walau untuk dua ini saya hanya cari2 tau infonya dan menghasut adik yang anak akuntansi buat sembari belajar tentang bursa efek syariah tapi dianya gamau -_-). Juga tepat saat saya mulai mengenal sistem perbankan syariah (guna menghindari riba dan gharar), saya pun memulai 'belajar' dengan membuka deposito di BNISyariah. Fyi, deposit bisa dipilih dengan waktu 1,3,6,12 bulan, semakin lama persentase bagi hasilnya lebih besar (tapi untuk trial perdana saya memilih 3 bln saja yg bisa ARO).

Yup, di tulisan kali ini saya pengen bahas terkait Fintech, aka. financial technology yang saya ketahui (beberapa sudah join) yang juga tergabung dalam fintech.id. Selain menggencarkan cash-less society, melalui uang elektronik nampaknya startup pendukung untuk perkembangan ekonomi inklusif di Indonesia cukup populer based on industri kreatif yang sedang kekinian..

  • Kitabisa.com
Situs crowd-funding yang cukup populer ini bergerak di bidang sosial untuk menghimpun dana bagi pihak-pihak yang memerlukan bantuan seperti pengobatan, membangun sekolah/fasilitas umum, dll. Menurut saya konsep memfasilitasi "berbagi" yang luarbiasa untuk kemudahan akses saat ini. 


  • Doku Wallet

Saya mengenal "dompet online" ini sudah cukup lama karena mencobanya untuk membeli paket data Bolt sejak tahun 2014 dahulu, pengembangannya sekarang sudah banyak merchant yang bekerja sama dan juga terintegrasi dengan investasi Bareksa.

  • GoPay
Ini salah satu media (bisa dibilang saldo elektronik ya?) yang cukup sering saya gunakan karena saya pengguna setia apps Go-jek (baik untuk pemesanan mobil online dan makanan delivery). Alasan simpel saya lebih memilihnya dibanding grab/uber sudah jelas karena besutan lokal jadi saya dukung dengan keras. Sistem pengisiannya pun cukup mudah dan cepat karena kerjasama dengan berbagai bank tanpa perlu menambah biaya adm.

  • Dompet Sehat, Sang Manajer Keuangan vs. Finansialku.com, Situs Pengelolaan Keuangan
   
Aplikasi dompet sehat menurut saya membantu untuk pencatatan pendapatan dan pengeluaran (tapi sejujurnya saya masih lebih nyaman melakukan pencatatan manual, hehe). Rujukan bacaan terkait Keuangan yang sehat juga sering saya temukan di website finansialku.com yang berisi berbagai artikel mudah dipahami.

  • Bareksa
Nah, salah satu produk investasi online yang saat ini populer adalah Reksadana (bisa didapatkan dalam perbankan juga). Reksadana sendiri terdapat 4 jenis, yaitu: pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Kamu juga bisa memilih pada jenis konvensional atau syariah sesuai Manajer Investasi (MI) yang kamu pilih, mulai dari 100k (ada yg lebih dari itu tergantung reksadana yg dipilih). Bareksa.com merupakan salah satu situs fasilitator yang sudah lama ada di Indonesia, sehingga saya memutuskan untuk membuka akun dan mencoba investasi di Bahana Likuid Syariah (PU) dan MNC Dana Syariah (PT). Untuk memilih produk yang tepat, kamu bisa menyeleksi sesuai prospektus yang ada, disesuaikan dengan profil resiko Anda. Pembukaan akun secara online cukup mudah, walaupun saya termasuk kategori newbie dan awam. Kekurangan produk investasi ini menurut saya karena untuk transfer dana (ke bank kustodian) hanya melalui bank BCA hingga untuk pembelian dan penjualan unit akan dapat dikenai biaya adm antar-bank.

  • Amartha
Peer-to-peer lending (P2P) pertama yang saya ikuti karena sistemnya paling pas dengan kriteria yang saya inginkan. Selain sudah berkembang cukup lama, fokus pendanaan nya pun ditujukan pada ibu-ibu yang ingin memperbaiki keadaan finansial keluarga dengan membuat suatu usaha. Gagasan pembentukan kelompok kecil untuk membantu keberhasilan wirausaha ini saya akui sangat cerdas, hingga saat ini jumlah min. pinjaman sebesar 3jt (tenor rata-rata 50 minggu) dan sekarang sudah bekerjasama dengan proteksi Adipati. Untuk fasilitas 'rekening sementara' pun tersedia VA BRI, BCA, dan Mandiri.

Berminat untuk mencobanya? Gunakan link referal amartha.com/invite/RAKH181C untuk mendapat potongan senilai 100k untuk investasi pertama ^.^
  • Teman Crowde
Crowde.co bersinergi dengan para petani yang sedang mengembangkan suatu proyek dan memerlukan bantuan pendanaan. Disini para investor bisa memilih sendiri dan menentukan jumlah (mulai dari 10k) hingga maks dana yang diperlukan. Kelebihan situs ini juga adalah pembayaran melalui channel berbagai rekening bank, walaupun pengecekannya masih manual. Jangka waktu investasi pun bervariasi, disertai penghitungan proyeksi pinjaman/bagi hasil.

  • iGrow
Sebenarnya pertama kali mengenal saat salah satu founder-nya menjadi pembicara di acara kajian kampus yang diundang oleh KOMNET. Katanya peminat memang kebanyakan justru orang-orang dari luar negeri yang berinvestasi dalam jangka panjang, juga dengan modal yang bisa dibilang tidak kecil. Kontrak dan sistem bagi hasilnya dihitung tahunan (bahkan kebanyakan blm bs diperoleh di tahun pertama krn menunggu berbuah dgn proyeksi belasan tahun), juga terdapat pilihan pemberian wakaf untuk mustahik dari bagi hasil yg diperoleh. Bisa dibilang bukan hanya keinginan investasi, namun lebih ke misi salah satu upaya 'menghijaukan dunia'. Yang menarik artikel di website dan aplikasi mobilenya bisa dibilang unik dan update, hingga baru beberapa waktu ini saya akhirnya membeli bibit precision-farming sayuran dan mendapat sertifikat kepemilikannya.


Tambahan:
Ada jugasih ini pengembangan baru di Cilegon (Banten) yaitu Agraria Farm, situs online bekerjasama dengan desa wisata yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan (bisa dicek di agraria-farm.com) yang baru saja di rilis April 2017 ini. Kamu bisa membeli 1 slot sebesar 3 juta (dengan 1 ekor sapi = 6 slot) dengan jangka waktu invest 4-5 bulan.


Yak, kurang lebih sekian yang dapat saya bagikan. Sekiranya bisa jadi wawasan baru , jika ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan bisa mengisi kolom komentar. Terimakasih :)